YAYASAN MEDIA GROUP — DOMPET KEMANUSIAAN MEDIA GROUP BERSAMA MEMBANGUN INDONESIA

Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) melalui Yayasan Media Group adalah bentuk kepedulian sosial kelompok usaha Media Group kepada masyarakat Indonesia. Bencana tsunami yang mengguncang Indonesia pada tahun 2004 menjadi cikal bakal lahirnya Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG).
Tergerak untuk membantu saudara-saudara di Aceh, Media Group sebagai kelompok usaha media dengan kepedulian besar pada kemanusiaan membuka Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin membantu para korban tsunami Aceh. Hanya selang satu hari setelah kejadian tsunami di Aceh, yaitu pada 27 Desember 2004, tim Dompet Kemanusiaan Media Group telah berada di lokasi bencana untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat bencana.

Kepedulian yang sama terus bergulir dalam berbagai bencana yang terjadi di Indonesia, diantaranya saat terjadi gempa bumi di Sumatera Barat (2009), gempa bumi di Jawa Barat (2010) dan erupsi Gunung Merapi (2010), banjir besar di Jakarta (2013), gempa di Lombok dan Sumbawa (2018) dan saat ini hadir di Sulawesi Tengah yang terkena bencana gempa, tsunami dan fenomena likuifaksi (2018). Tim tanggap darurat Media Group hadir di lokasi bencana melaksanakan evakuasi korban, menjangkau masyarakat yang membutuhkan sembako dan non sembako, mendirikan sekolah darurat.
DKMG melalui jaringan di Metro TV, Media Indonesia dan Lampung Post melaksanakan pengumpulan donasi untuk korban bencana pada masa tanggap darurat dan masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
.
Pada program pasca bencana, DKMG membangun kembali fasilitas hunian sementara dan fasilitas pendidikan di lokasi penanganan bencana. Diantaranya adalah pembangunan shelter pengungsi korban bencana, sekolah maupun perpustakaan di lokasi-lokasi yang terkena bencana. Berpartisipasi dalam mencapai Millenium Development Goals (MDG’s) terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan serta kemitraan dengan berbagai pihak, DKMG hadir bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial korporasi Media Group tetapi untuk meggerakkan berbagai lapisan masyarakat bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.
Selain penanganan tanggap bencana, Yayasan Media Group saat ini memfokuskan kegiatannya pada masalah penuntasan buta katarak dan bibir sumbing. Jumlah angka kebutaan dan penderita katarak yang terus meningkat hingga menempatkan Indonesia
di posisi kedua terbesar di dunia setelah Ethiopia menjadi sebuah keprihatinan. Melalui operasi katarak yang dilakukan di seluruh Indonesia, diharapkan dapat mendukung usaha pemerintah untuk menuntaskan buta katarak dengan memberikan kesempatan kedua untuk melihat dan kembali produktif. Sementara itu, operasi gratis bagi penderita bibir sumbing dan celah langit-langit sebagian besar dilakukan untuk anak-anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu. Operasi bibir sumbing yang dilakukan tidak hanya berupa rekonstruksi hingga penderita memiliki bibir yang sempurna, tetapi juga untuk menghadirkan senyum untuk kehidupan yang lebih baik.
Yayasan Media Group dalam melaksanakan kegiatannya berada dalam pengawasan dan diaudit oleh badan audit PWC.